Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tes...tes...tes...!! tak terasa embun itu mengkristal di matamu, membendung dan tumpah tak tertahan. Hikzzz...!!

Sedih adalah fitrah yang diberikan oleh Allah SWT. Setiap orang pasti akan merasakan sedih. Setiap orang pastilah pernah menangis. Tidak peduli apakah dia pria atau wanita, kuat atau lemah, semua orang yang memiliki hati pastilah tidak mampu menahan tangis jika ditimpa kesedihan yang mendalam.

MENANGIS ITU BERMANFAAT LHO
Sebenarnya menangis bukanlah hal yang memalukan. Kita tidak perlu malu untuk menangis, karena manusia memang adalah mahluk yang lemah. Justru dengan menangis malah menunjukkan bahwa kita masih memiliki hati yang peka, hati yang bisa merasakan nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah.

Bahkan menangis bisa meringankan beban yang selama ini tersimpan di dalama dada. Dengan menangis, semua kesedihan, semua kekesalan, dan semua beban yang menumpuk seakan-akan terangkat ke atas. Menangislah jika kita perlu.

Menangislah dan keluarkan semua beban yang selama ini menumpuk di hati kita. Menangislah di hadapan Allah, di pelukan orang tua atau disamping sahabat yang mengerti kesedihan kita. Yang penting jangan menangis di tengah jalan...(ntar ditabrak becak).... :-)

Selengkapnya......
July 22, 2011 Posted in | | 10 Comments »

Pernahkah kita melihat orang-orang di sekitar kita atau artis-artis sinetron di televisi, lalu kita tiba-tiba kita ingin menjadi seperti mereka ?? Saya yakin, semua pasti pernah merasakan hal itu. Keinginan untuk menjadi seperti orang lain yang dianggapnya lebih baik dari dirinya.

Saya juga sering merasakan hal itu. Cemburu dan rasa iri tak bisa dinafikan pastinya. Dan bahkan tak jarang menjadi benci dengan keadaan diri sendiri yang saya anggap tidak ada apa-apanya dibanding dengan Si Anu misalnya.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa juga ada orang lain di sekitar kita yang ingin menjadi seperti diri kita. Sifat, tingkah laku, pembawaan dan sebagainya. Mungkin kita tidak menyadarinya sehigga membuat kita jarang menghargai apa yang telah kita miliki. Dan selalu beranggapan bahwa orang lain selalu lebih baik dari kita. Padahal belum tentu.

Selengkapnya......
December 03, 2010 Posted in | , | 5 Comments »

Bagi teman-teman yang masih beruntung bisa hidup dan merasakan kasih sayang sosok seorang ayah sampai saat ini, beberapa fakta berikut mungkin bisa menjadi perenungan bagi kita semua. Artikel ini saya copy paste dari www.apakabardunia.com. Selamat membaca :

  1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.
  2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
  3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
  4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
  5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
  6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.
  7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
  8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Selengkapnya......
November 03, 2010 Posted in | | 7 Comments »

Gerimis belum juga reda ketika magrib telah lewat. Setelah menyusuri jalanan yang basah, aku menepikan motorku tepat di samping sebuah tenda warung makan di pinggir jalan. Kali ini aku ditraktir makan oleh  teman. Sambil menunggu pesanan disiapkan, mataku tertarik memperhatikan dua anak kecil yang sedang bersenda gurau di sudut meja yang lain.

Badannya agak dekil dengan pakaian yang lusuh dan terlihat kebesaran. Sesekali mereka juga mengalihkan pandangan ke arahku sambil tertawa. Ada yang salah denganku ?? Ahh..,biarlah, namanya juga anak-anak. Mungkin mereka adalah anak si pemilik warung tersebut, pikirku.

Tak berselang lama kemudian, pesanan kami pun datang. Dua porsi ayam lalapan yang siap disantap dengan sepiring nasi santan yang masih hangat, yummii…!! Mataku kini beralih ke arah makanan yang berada di hadapanku. Dan tak lagi memperhatikan kedua anak kecil tersebut, kecuali tawa mereka yang masih tetap terdengar ceria. Tawa khas anak kecil.

Mungkin karena terlalu serius makannya, tanpa kusadari anak-anak kecil itu telah berada di sampingku. Hanya dipisahkan oleh sebuah kursi plastik kecil. Mereka memperhatikan aku makan sambil tertawa cekikan. Huffft…!! Dasar anak kecil. Nggak tau apa kalau aku paling nggak mau diperhatikan kalau lagi makan. Karena merasa nggak enak, aku menatap mereka dengan mata melotot.

Selengkapnya......
May 15, 2010 Posted in | | 18 Comments »

***
"Setiap Orang Punya Dunianya Sendiri dan Mereka Bisa Saja Sibuk Dengan Dunianya Masing-masing. Tapi Ingatlah, Bahwa Kaki-kaki Kita Masih Berpijak Pada Bumi yang Sama"
***

Wuihh...!! Gayanya, udah kayak Pak Mario Teguh. Padahal cuma Azhis Chumi.hehehe. Iyah, nggak tau kenapa semalam kira-kira jam 12 malam, aku tiba-tiba terbangun. Bengong dan nggak tau mau ngapaen. Mau tidur lagi, padahal dah kelamaan tidurnya. Ya udah,,,aku baring-baring aja di tempat tidur sambil melamun dan menghayal nggak jelas. Eh....nggak ada air nggak ada makanan, tiba-tiba aja kata-kata di atas terangkai sendiri di dalam perenunganku. Entah masih sisa-sisa mimpi dari tidurku, atau apalah. Tapi kalau direnungi, kata-kata ini sepertinya sarat akan makna. ^O^

Well....Setiap orang punya dunianya sendiri-sendiri. Baik itu orang tua, orang dewasa, remaja, anak kecil bahkan bayi yang baru lahir sekalipun memiliki dunianya sendiri. Dan mereka sibuk mengisi dan mewarnai dunianya masing-masing dengan cara yang berbeda-beda.

Ada orang tua yang menghabiskan waktunya dengan bisnisnya. Namun adapula yang mendedikasikan diri demi kebahagiaa keluarganya. Ada remaja yang begitu bersemangat untuk mengejar cita-cita dan impiannya dan pula remaja yang cuma senang berhura-hura. Ada anak kecil yang begitu bahagia di tengah-tengah cinta dan kasih sayang orang tuanya, tapi ada juga anak kecil yang melewati masa kecilnya begitu saja tanpa kasih sayang bahkan nyaris terbuang.

Selengkapnya......
May 02, 2010 Posted in | | 9 Comments »

Aku ingin hidup karena aku rindu dengan sosok bernama Ibu. Aku ingin melihat wajahnya yang sendu nan redup. Aku ingin merasakan dekapannya yang hangat. Aku ingin merasakan buaian cinta dan kasih sayangnya. Begitulah  kata para malaikat yang selama ini menemaniku selama ini. Aku rindu....aku rindu ingin melihat ibu yang katanya lebih sempurna dari teman-temanku....para malaikat.

Suatu malam, keinginanku semakin tak tertahan. Hatiku memberontak dan ingin segera terlahir melihat dunia. Dan keinginanku sepertinya terkabuk ketika di ujung sana kulihat ada jalur cahaya. Kurasakan badanku melesat ke suatu tempat yang asing dan terasa sangat dingin. Ya Allah...inikah yang namanya dunia.

Lewat jam 4 pagi aku terjaga dari tidurku. Aku mendengar suara lantang menghardik. Aku merasa ketakutan. Ini adalah kali pertama aku mendengar suara sekeras itu. Ahhh....bukankah mereka adalah ayah dan ibuku ?? Apakah teman-temanku telah membohongiku ??

Kedua orang itu memandangku tanpa kasih sayang. lalu dengan tergesa-gesa memasukkan aku ke dalam sebuah plastik gelap....hitam !! Aku semakin takut dan badanku bergetar. Mereka kemudia mengikatnya dengan kuat. Aku kepanasan. Aku lemas. Aku meronta-ronta minta udara.

Selengkapnya......
April 25, 2010 Posted in | | 11 Comments »

Sebuah pepatah mengatakan Habis Manis Sepah Dibuang. Artinya, sesuatu hanya kita jaga dan hargai ketika sesuatu itu berguna bagi kita. Namun, ketika dia sudah tak punya arti apa-apa, ia pun kita buang dan tinggalkan, tanpa memikirkan kembali jasa-jasa yang telah diperbuatnya pada kita selama ini. 

Mungkin ungkapan itulah yang kini disandang oleh dua janda pejuang (veteran) di Negeri ini, Soetarti dan Rusmini. Kedunya dimejahijaukan atas tuduhan penyerobotan lahan dan dijerat Pasal 12 ayat 1 Jo. Pasal 36 ayat 4 Undang-undang Nomor 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan pemukiman atau Pasal 67 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal dua tahun penjara.

Sebab, rumah yang mereka huni dinilai masih menjadi hak Perum Pegadaian (perusahaan tempat almarhum suami bekerja). Karena itu, kedua nenek ini dinilai tidak punya hak lagi untuk tinggal di rumah daerah Cipinang Jaya, Jakarta Timur, itu karena suami mereka sudah lama pensiun.

Mungkin keduanya tak pernah kepikiran jika di akhir2 hari tuanya yang seharusnya dinikmati, ternyata malah sebaliknya. Mereka harus berhadapan dengan hukum yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan andai saja para penuntut itu masih punya hati nurani dan rasa prikemanusiaan. Apatah lagi, jika mengingat jasa-jasa suami mereka yang telah berdarah-darah memperjuangkan bangsa ini. Sungguh ironis....

Selengkapnya......
April 06, 2010 Posted in | | 12 Comments »

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “makanlah nak, aku tidak lapar”
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk smp, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan  dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”minumlah nak, aku tidak haus!”
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Selengkapnya......
March 25, 2010 Posted in | | 12 Comments »


Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek  yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya.  "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ?bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Selengkapnya......
October 25, 2009 Posted in | , | 0 Comments »

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan: “Bagaimana anakku?
Apakah dia dapat disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?”

Dokter bedah menjawab, “Saya sudah berusaha sebaik
mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong”

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, “Mengapa anakku
yang tidak berdosa bisa terkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?” Dimana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku embutuhkanMu? “

Dokter bedah bertanya, “Apa Ibu ingin bersama dengan
anak ibu selama beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. “

Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan
mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.
“Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai
kenangan?” perawat itu bertanya….

Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, “Jimmy anakku ingin mendonorkan
tubuhnya untuk diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukan. Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy
menjawab, ‘Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh
ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.’ “

Bu Sally terus bercerita, “Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. “

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy.

Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya.
Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong.
Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya. Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu. Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat.

Surat itu berbunyi:
“Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan ‘Aku sayang mama’.

Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma. Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku.

Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan.
Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana.

Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting.

Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama. tercinta. Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma. Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya ‘Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?’ Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam. Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan.

Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali. Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.

Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma? Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku. ”
(Setan akan menghalangi surat ini) Sempatkan diri anda selama 60 detik saja untuk meneruskan surat ini dan anda akan menyelamatkan banyak orang yang percaya untuk saling mendoakan. Kemudian heninglah sebentar dan rasakan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup anda agar anda melaksanakan perbuatan yang dikehendaki oleh Bapa “Ketika anda jatuh, Tuhan akan membangkitkan anda.”

Selengkapnya......
October 07, 2009 Posted in | , | 0 Comments »

Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang
dingin, kotor, tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, dan lalu memperbaikinya…
Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.”

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka.

Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya: “Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya
yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih?”

Malaikat tua menjawab singkat: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.”

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata: “Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani.

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya.

Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu.

Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua
hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

Orang yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita, ada yang menjadi teman, dan ada pula yang tinggal hanya sekejap, tetapi meninggalkan kenangan manis dalam kehidupan dan hati kita. Dan kita tidak pernah menjadi sama, karena
kita telah berteman dengan banyak orang.

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »

Si Badrun suka sama si Lisa karena dari segi kecantikan kata si badrun Lisa itu nilainya 7 untuk cantiknya, lalu untuk manis wajahnya si badrun memberi nilai si Lisa 7,5 , untuk imut kata si badrun “lisa ga imut-imut banget tuh cewek” tapi kalo untuk seksi dan bodi tubuhnya saya kasih nilai 8 deh. Akhir cerita si Badrun ini bisa mendapatkan cinta si Lisa. Di awal pacaran si Badrun dan Lisa bermain ke salah satu Mall termegah di kota tempat mereka tinggal. Nah saat jalan dengan si Lisa tiba-tiba si Badrun ketemu seorang cewek yang bisa dibilang lebih unggul dibidang fisik daripada si Lisa di eskalator. Akhirnya saat si Badrun sedang makan dengan Lisa pun iya terus menerus membayangkan wajah, bodi dan rambut si cewek tadi. Saat tengok kesana kemari ternyata si Badrun melihat cewek yang membuatnya terpeson atadi masuk ke kamar mandi. Akhirnya tanpa pikir panjang dia ijin Lisa dengan alasan mau pipis…

Setelah sampai di toilet yang kebetulan toilet cewek dan cowok berdekatan akhirnya si Badrun bisa ketemu cewek yang mempesonanya tadi. Setelah bicara ini itu akhirnya dapat diketahui bahwa si cewek tadi namanya Mona. Nah akhir cerita yang jelas si badrun ini memutuskan si Lisa dan PDKT ke si Mona. Karena badrun menganggap bahwa si Mona nilainya untuk cantik, imut, seksi, dan manis nilainya adalah 8 semua dan Lisa ga ada apa-apanya. CInta badrun dan lisa akhirnya harus berakhir dalam waktu 1 minggu aja.

Meskipun cerita diatas terkesan dibuat-buat dan tidak ada dalam kisah nyata tapi kalo coba ditelusuri yang terjadi pada kawula muda sekarang adalah hal tersebut. Melihat fisik sepintas tanpa melihat bagaimana kepribadian sekaligus bagaimana sifat-sifat keseharian mereka, itulah ciri khas kalau hubungan cinta kamu ga akan bertahan lama. Bagi kamu yang sudah punya pacar atau istri atau suami, kalo kita mau jujur sama diri sendiri coba tanyakan diri kamu sendiri, yang lebih cantik atau lebih ganteng dari pacar saya ada ga sih ? yang lebih cantik dan lebih ganteng dari suami atau istri saya ada ga sih ? Jawabannya itu semua adalah ADA. Tapi mengapa kita masih tetap saja setia sama mereka kalo cantik aja ga begitu-begitu amat. Apa ga lebih baik kayak badrun aja ? Ganti yang lebih cantik dan lebih cantik terus atau lebih ganteng dan lebih ganteng terus. Mungkin salah satu jawabannya adalah kepribadian mereka. Entah itu kepribadian mereka yang mau menerima kamu apa adanya, humoris, kocak, baik, sholeh dll. Kepribadian sifatnya jauh lebih permanen dan sulit ada tandingannya dibanding dengan kecantikan, kekayaan, dan lain-lain. Dikarenakan kepribadian atau kebiasaan seseorang itu susah sekali dirubah dan ingat tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda serta untuk sama atau lebih baik kepribadiannya dari orang yang anda cintai saat ini carinya juga susah. Tapi kalo kamu cuman dari aspek cantik, ganteng, cakep dan kaya, sini bawa pacar kamu ke saya. Saya liat dia sekaya dan secantik atau secakep apa pacar kamu itu. Saya bisa kasih liat tandingannya saat ini juga. Tapi kalo kamu suka dengan kepribadian pasangan kamu. Saya yakin, saya akan kesulitan cari seseorang yang bisa sama atau lebih baik kepribadiannya dari orang kamu cintai.

Tapi ngomong-ngomong soal kepribadian. Saya ingat betul sama cewek yang buat saya semangat seperti sekarang ini. Kelas 2 SMA memulai berbisnis internet yah karena rasa malu dan juga gara-gara kasihan lihat cewek ini. Dia baik banget, saat saya belum pernah megang namanya HP, dia rela meminjamkannya dan rela aq buat mainan hp nya. Saat pulang sekolah saya jalan kaki, naik sepeda atau naik angkot, dia rela mengantarkan aku sampe rumah dengan motornya. Tapi saat saya sudah bisa beli HP keadaan ternyata berbalik menjadi sangat menyedihkan. Ternyata dia sudah dijodohkan dengan ortunya dengan seseorang yang sudah sukses nan jauh disana. Sampai saat ini pun masih sangat sulit untuk cari pribadi yang seperti dia. Dia sih kayaknya terpaksa banget dengan progam pemerintah eh progam ortunya yang main jodoh-jodohan gitu. Tapi begitulah hidup ini. Saat di suatu hal kita sukses, di hal lain belum tentu sukses juga. Selalu ada sebuah perputaran-perputaran yang kadang menimbulkan suka sekaligus duka. Yang jelas sampai saya ketik tulisan ini, belum ketemu 1 pun yang bisa menyamai kepribadiannya tapi kalo kecantikannya banyak banget

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

iba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Aris an keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?

Nania terkesima.

Kenapa?

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

Tapi kenapa?

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!

Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan ?

Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!

Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan.

Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

Dokter?

Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

Nania, bangun, Cinta?

Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!

Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »

Di desa Suka Karya hidup anak dari keluarga yang ayahnya seorang tukang sol sepatu sedangkan ibunya hanya berdiam diri di rumah mengurus rumah tangganya. Dia bernama SATRIA. Dia anak yang suka sekali berenang setiap sore dia pergi ke laut untuk berenang sedangkan pagi sekoleh, siang harinya dia mengikuti ayahnya jadi tukang las sepatu.

Setiap hari dia merasakan suatu hari yang berbeda. Kemarin dia merasakan hari yang sangat menyedihkan. Bapaknya dihajar oleh preman di jalanan sedangkan dia tidak bisa berbuat banyak untuk melawan preman itu. Dengan tangan kosong dia hanya membawa bekas bogem mentah dari para preman itu.

Pada hari ini dia mempunyai prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari yang kemarin, dia berangkat sekolah, seusai sekolah dia langsung mengambil barang-barang dan alat-alat yang biasanya dibawa oleh bapaknya yang menjadi tukang sol sepatu.

“Ayo Pak, kita kerja lagi seperti kemarin ”
“Bapak lagi sakit, Nak…… ”
“Ayo…, hari ini pasti lebih baik dari yang kemarin”
Dengan semangat bapaknya menjawabnya
“Baiklah… Nak…, betul kata-kata kamu, jangan pantang menyerah”
“Gitu dong Pak…., ”
“Mengapa kamu lebih semangat dari hari-hari yang kemarin ?”
“Karena setiap hari itu adalah hari yang baru, maka hadapilah hari yang baru itu dengan semangat baru….”
“Ayo… jangan ngomong terus…!”

Mereka berjalan dengan langkah yang penuh harapan agar bisa mendapatkan hasil yang banyak hari ini
“Sol… sol.. sepatu, ada yang mau sol sepatu nggak…?”
“Saya pak, saya …..”
“Ya.. ya bu… kenapa sepatunya …. ?
“Ini sepatu anak saya udah rusak padahala kemarin saja saya beli, sayang kan kalo dibuang ”
“Mari saya perbaiki….”
Beberapa menit kemudian …
“Ini bu.. udah jadi…
“Makasi…. berapa jadi harganya ….? ”
“Cuman Rp. 2.000 saja…., makasi…”

Kemudian mereka berdua berjalan lagi untuk mencari rejeki di tengah jalan yang sepi. Satria menemukan sepatu yang berharga berupa sepatu kaca tetapi sepatu ini masih kotor. Setelah dibersihkan dan dikemas dalam bentuk rapi, dia menjualnya di para raja. Sang raja membelinya dengan harga yang cukup mahal, satu pasang sepatu itu raja membelinya satu milyar. Dengan sangat bahagia bapaknya mengambilnya dan akhirnya dia hidup bahagia dengan keluarganya.

Selengkapnya......
October 04, 2009 Posted in | | 0 Comments »

Ini cerita pohon – pohon yang saling iri. Yang pertama ini pohon Jagung. Si Jagung ini selalu menjelek–jelekkan pohon yang satu ini yang bernama pohon Semak–semak karena pohon Semak ini jelek mereka saling cek–cok antara mereka pada suatu ketika mereka bertemu di jalan .

Jagung : “ Hai…, semak….”
Semak : “ Halo… juga… ada apa tumben nih.. paggil–panggil aku. Ada apa ?”
Jagung : “Nggak ada apa-apa, kamu jelek banget sih…” ( dia tertawa terbahak – bahak )
Semak : “Emang kenapa kalo saya jelek… ?”
Jagung : “Ha..ha…ha…”
Semak : “Awas ya aku akan tunjukin bahwa aku akan lebih baik dari kamu !”

Dengan perasaan yang sedih sekaligus marah sama si Jagung ini Semak membeli bedak, gincu, dan sebagainya dan semuanya itu adalah alat make-up. Supaya si Jagung tidak menjelek–jelekkannya lagi, kemudian Semak berdandan sedemikian mungkin supaya dia cantik dan kemudian dia menemui si Jagung.

Semek : “Hey.. Jagung aku lebih cantikkan sekarang ?” ( dengan berharap )
Jagung : “Mh… itu jelek banget… kamu mah.. jelek sekali …..”
Jagung : “Pasti kamu beli alat–alat make-up nya di kelas rendah ?”
Semek : “ Ko’ dia tau yah…???? “

Dengan kecewa dia kemudian berlari menuju rumahnya dan memikirkan bagaimana carany kalo si Jagung itu tidak bisa lagi mengejek aku, dia bergegas menuju toko bedak yang kedua kalinya tapi toko ini lebih canggih dan kedua kalinya juga ia mendandani dirinya sedemikian mungkin. Dan bertemu dengan Jagung tersebut.

Semak : “Halo…. Jagung aku pasti lebih cantikkan ?”
Jagung : “Ah.. perasaan lo.. aja …, lo… kan jelek banget…”
Semak : “ Ah.. kamu jahat…”

Dengan penuh keluar air mata dia berlari lagi menu toko yang lebih terkenal dari pada toko–toko yang dua itu dan ketiga kalinya dia berdandan dengan sebaik mungkin dari pada yang dulu-dulu itu dan dia bertemu dengan si Jagung.

Jagung : “Halo…”
Semak dengan perasaan mengharap dia akan di puji oleh si Jagung karena biasanya Semek yang yang memanggil dirinya .
Semek : “Ada apa sih… ?”
Jagung : “Nggak ada apa – apa, soalnya kamu jelek banget sih…. “
Semak ini mengeluh dan berkata kepada si Jagung itu :

Biarin aja aku ini jelek dari pada engkau
Tapi aku telah berusaha supaya aku berpenampilan baik seperti saat sekarang ini, kalo kamu, bulu–bulu yang keluar lewat tubuh kamu itu aja belum pernah aku lihat kamu rapi ,selalu setiap kali bertemu rambut di tubuh kamu itu tidak dirapikan aku setiap hari berusaha selalu.

Pelajaran yang diambil :

Jangan menghitung seberapa kali anda jatuh
Tetapi yang perlu anda ingat seberapa kali anda bangun
Untuk berusaha….

Selengkapnya......
Posted in | | 0 Comments »

Jangan bertanya bagaimana rasanya sakit hati. Jangan pula bertanya siapa yang membuat hati terasa pedih, perih, dan nyeri. Sulit diungkapkan, tapi sangat jelas menyayat dada bagian dalam. Sakit hati adalah sakit dari segala sakit. Mungkin Anda pernah mengalaminya. Sakit hati tidak selalu disebabkan oleh putus cinta, tetapi bisa juga disebabkan oleh perbedaan pendapat atau pertentangan dengan teman atau anggota keluarga. Namun, sakit hati hampir sama rasanya dengan putus cinta, demikian juga dampaknya.

Siapa pun Anda, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai, dan mempercayai orang lain. Tetapi, ketika sakit hati tiba, sulit bagi Anda untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang melakukannya. Bahkan Anda mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa. Ini adalah dilema yang harus dihadapi. Terserah Anda, memilih untuk berjalan sendiri atau melanjutkan hubungan setelah apa yang terjadi. Satu hal yang pasti, hidup akan terus berjalan dengan atau tanpa sakit hati.

Berdasarkan pengalaman beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa belajar untuk membuka kembali hati, perasaan cinta dan rasa percaya kepada orang-orang yang pernah menyakiti anda, merupakan hal yang penting. Kenapa ? Karena cepat atau lambat, setiap orang akan menyakiti dan disakiti hatinya. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila Anda menyadari bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari sakit hati, termasuk Anda.Tanpa bermaksud mengurangi rasa percaya kepada orang-orang yang Anda cintai, ada baiknya Anda menyadari bahwa siapa pun dia, teman biasa, sahabat, pacar atau keluarga dan sebaik apa pun dia, suatu saat nanti akan menjadi orang yang menyakiti Anda - walaupun mungkin tidak disengaja. Oleh sebab itu, ada baiknya apabila Anda menganggap bahwa mereka tidak serius dengan ucapannya. Anda bisa menganggapnya angin lalu atau bisa mengatakan kepada diri bahwa perbuatan mereka sebenarnya tidak ditujukan kepada Anda. Cuek saja, jangan dimasukkan ke hati.

Belajar untuk bertanggung jawab dan menghargai orang lain juga sangat penting. Coba bertanya pada diri, apa yang tidak dinginkan dalam hubungan Anda, apa yang bisa membuat Anda sakit hati, dan apa yang Anda ingin orang lain lakukan. Buatlah daftarnya dan coba utarakan hal itu kepada orang-orang di sekitar Anda. Apabila Anda sakit hati lagi, ada baiknya mengingat cara mengatasi sakit hati terdahulu. Tetapi mencoba keluar dari masalah dan melupakannya dengan cepat, akan sangat membantu. Apabila perlu, hang-out bersama teman-teman dan alihkan perhatian kepada pekerjaan atau olah raga.

Anda juga perlu mengetahui bahwa kata kunci untuk menyelamatkan diri dari sakit hati adalah bukan percaya kepada orang lain tetapi percaya kepada diri sendiri dan perasaan Anda. Ingatlah bahwa tidak ada jaminan orang lain tidak akan menyakiti perasaan Anda. Berusahalah menjadi orang baik, sopan,
bijak, peduli kepada orang lain dan dapat dipercaya. Untuk menjadi itu semua, tentu saja Anda harus dapat mempercayai diri sendiri agar Anda merasa bebas berbuat dan menentukan hubungan. Berkomunikasi secara efektif dan lugas sangat penting. Ungkapkan perasaan Anda, apa yang disukai dan apa yang dibenci. Hal itu sangat membantu orang lain mengerti Anda dan berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang mungkin bisa menyakiti hati Anda.

Belajar mempercayai opini sendiri mengenai diri, tindakan dan perbuatan Anda adalah lebih penting dari mempercayai opini orang lain. Bisa jadi Anda justru bertambah sakit hati dengan opini mereka. Belajarlah untuk percaya dan hargai diri Anda sendiri. Hal paling utama yang harus Anda lakukan adalah belajar memaafkan kesalahan orang lain karena memaafkan adalah hal paling baik dalam sebuah hubungan. Dan teruslah selalu berpikir positif terhadap suatu kritik / tindakan orang lain yang mungkin bisa menyebabkan anda sakit hati, karena pikiran positif akan membuat sakit hati menjadi normal kembali....

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »

Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu...
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,,,, engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu
kecewa dan berurai air mata...

Anakku,...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus
berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat
ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit ,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah... saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah
malam untuk menyusuimu,
maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan
dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan ....
Jika dengan pilihan ibu , engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak ...
Maafkan ibu....
Maafkan ibu ...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita ,
agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak ....
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak ...
Engkau adalah selalu menjadu belahan nyawa ibu,,,,

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »

05.52 pagi

Aku tidak tahu, pertanda apakah ini, tiba2 saja hadir sebuah mimpi yang kisahnya betul2 tentang aku. Apakah ini sebuah peringatan ataukah mungkin pertanda buruk..yg jelas aku menangis dalam mimpiku, dan air mata itu benar2 keluar sampai aku terbangun....deras banget....
------------------

disuatu waktu..
ketika ada kesempatan untuk berbaring bersama dengan ibuku...(suatu hal yang jarang sekali di dalam dunia nyataku, karena memang sebenarnya dari sejak kelas 3 SD, aku tidak serumah lagi dengan ibuku. Aku tinggal dirumah pamanku di kota, sedangkan Ibuku di kampung...)



Ibu berkata kepadaku...
"...Nak..!! apakah yang membuat kamu enggannginap dirumah. Menginaplah, barang 1 atau 2 hari saja, ini kan rumahmu. Apakah cuma ibu yang merindukanmu, sedangkan kamu tidak ? katanya dengan penuh kelembutan khas seorang ibu

"...Bu...!! Apakah Ibu tidak tahu dengan kesibukanku sekarang. Apakah ibu tidak bisa memaklumi hal itu?

"..Ibu tau dengan kesibukanmu nak, Ibu paham..paham sekali. Tapi mengapa aku merasa engkau selalu menghindar jika aku minta untuk menginap di sini. Sesibuk apapun, luangkanlah waktumu sejenak buat mengunjungi Ibu. Atau apakah kamu tidak sayang dengan Ibu ??

Ku tatap wajah ibu dalam-dalam, matanya berkaca-kaca dan seolah ingin menumpahkan air dari bendungana matanya...

"..Ibu yang sabar ya...suatu saat aku pasti akan menginap lama-lama dirumah.." kataku sambil ku belai halus rambut ibuku. Coba Ibu bayangkan keadaan kita. Misalnya, aku yang sementara berada di kampung, dan tiba-tiba ada telpon disuruh ke kota karena ada urusan, klw bgitu terus, kan capek bu..." lanjutku....

"..ya sudahlah klw begitu. Ibu memahami keadaanmu nak..."

Sebuah dialog yang sangat singkat, karena setelah itu yang ada hanyalah keheningan. Ku menoleh kembali ke arah Ibuku..ku Lihat matanya terpejam,,,tenaaaaang banget..
Ku menatap dalam wajah itu, menyelami tiap guratan-guratan kasar di keningnya. Guratan-guratan simbol kerinduan..mungkin..>!!!

Terasa sangat dingin tatkala ku genggam tanggannya..

batinku bertanya..."..mengapa tangan ibu sedingin ini ??

Ku menggoyang-goyangkan badannya, berharap ibu akan segera terbangun dari tidurnya...tapi mengapa badan itu ku rasakan kaku....dan tiba-tiba saja firasat buruk muncul di pikiranku....

"..mungkinkah...??? ahhhh......Q tepis semua pikiran2 itu....

ku mencoba Q dekatkan telingaku ke dada ibu beberapa saat.....

tapi.......mengapa.....??? mengapa.....??? mengapa sudah tak ada detak yang Q rasakana disana....

dan Aku pun tersadar ketika air mata ini tiba2 saja tumpah ruah....aku tak kuasa lagi menahannya ketika ku mengetahui bahwa yang berbaring di hadapanku adalah jasad ibuku yang sudah tak bernyawa. Dan itu berarti, yang tadi mungkin adalah harapan-harapan terakhir ibu sebelum dia menghembuskn nafas terakhirnya ?? tapi mengapa aku tidak mengiyakan apa yang ibu inginkan ??? Ibuuuuu.......!!!

Air mata ini terus saja mengalir...
Aku terbangun dari tidurku...tapi mengapa aku betul2 menangis ketika terbangun......ku merasakan mimpi itu benar-benar nyata ??
Ya Rabb..........!!! Q tahu, inilah adalah sebuah peringatan-Mu.........

Selengkapnya......
October 03, 2009 Posted in | , | 0 Comments »

anda ingin tahu bahwa anda telah jatuh cinta dengan seseorang adalah :

Anda tidak akan marah terlalu lama dan akan berusaha untuk mengawal kemarahan anda terhadapnya.

Anda akan sentiasa merindukan dia.

Apabila berjalan dengan dia, anda akan berjalan dengan perlahan.

Anda akan tersipu-sipu malu apabila bersama dengannya.

Apabila anda berpikir tentang dirinya, jantung anda akan berdegup keras.

Hanya dengan mendengar suaranya, anda akan tersenyum tanpa sebab.

Apabila anda melihat dia, anda tidak akan peduli orang di sekeliling anda. Anda cuma melihat dia seorang.

Anda akan mulai mendengar lagu yang berirama balada.

Dia sentiasa di pikiran anda.

Anda akan sentiasa terhirup baunya.

Anda menyedari bahwa anda akan tersenyum apabila memikirkan tentang diri dia.

Anda akan lakukan apa saja untuk dirinya.

Apabila anda membaca ini, pada masa yg sama, ada seseorang di dalam pikiran anda.***

Selengkapnya......
September 30, 2009 Posted in | , , | 2 Comments »

Luangkanlah waktu untuk berpikir
karena berpikir adalah sumber kekuatan

Luangkanlah waktu untuk membaca
karena membaca adalah landasan sikap bijaksana

Luangkanlah waktu untuk bermain
karena bermain merupakan rahasia awet muda

Luangkanlah waktu untuk diam
karena diam adalah kesempatan menuju Yang Maha Esa

Luangkanlah waktu untuk peduli
karena peduli adalah kesempatan untuk membantu sesama

Luangkanlah waktu untuk mencintai dan dicintai
karena cinta adalah anugrah yang besar dari Tuhan

Luangkanlah waktu untuk tertawa
karena tertawa adalah musik jiwa

Luangkanlah waktu untuk bersikap santun
karena sikap santun adalah jalan menuju kebahagiaan

Luangkanlah waktu untuk mengkhayal
karena khayalan melahirkan masa depan

Luangkanlah waktu untuk berdo’a
karena do’a adalah kekuatan terbesar di muka bumi

Selengkapnya......
Posted in | , | 0 Comments »