Kisah yang diangkat ke dalam novel ini terjadi pada empat belas abad silam, di tengah gurun pasir Arabia, ketika risalah pencerahan Nabi Muhammad SAW telah menyapu seluruh Jazirah Arab dan menyatukan suku-suku yang semula bertikai. Istri kesayangan Rasulullah, yakni Aisyah binti Abu Bakar, yang berjuluk Humaira, melalui novel ini seakan mengisahkan kesaksiannya atas perubahan Muhammad dari seorang nabi menjadi salah satu negarawan yang paling berpengaruh di dunia.

Dengan pusat pengisahan (point of view) orang pertama (Aku), sebagai saksi dan penutur peristiwa, Kamran Pasha begitu berhasil memasuki relung-relung hati dan pikiran, sekaligus kesaksian, Siti Aisyah, dan menuturkan fase terbesar perjuangan Rasulullah beserta romantika kehidupan cintanya, dengan sangat memukau.
Aku tdk mengeluh karena
ada saatnya aku berharap mati
bertahun2 lalu,
atau bhkan tak prnah dilahirkan.

Aku memandangi pepohonan yg hidup
mereka terdiri hanya dari mimpi
akan matahari dan kenangan akan hujan.
Aku cemburu pada mereka.

Ada kalanya aku brharap
aku salah satu bebatuan yang
berjejer di bukit2 di luar Madinah
yg diabaikan dan dilupakan oleh orang2
yg menginjak2 mereka."

--Humairah hal:9 --

Dengan lihai dan tanpa terasa janggal, penutur kesaksian berpindah-pindah ke tokoh-tokoh lain, dengan tetap menggunakan pusat pengisahan orang pertama tunggal (Aku). Sehingga, sosok Siti Aisyah (Humaira) sebagai tokoh utama tidak hanya muncul dari kesaksiannya sendiri, tapi juga dari kesaksian tokoh lain,

seperti kesaksian Abdullah bin Zubair (hlm 599-606). Sementara, kesaksian tentang sosok Rasulullah beserta kemuliaan-kemuliaannya, lebih banyak dituturkan oleh Siti Aisyah. Begitu juga sosok dan karakter para sahabat sejak sebelum masuk Islam.

Selengkapnya......
January 05, 2011 Posted in | | 11 Comments »

Irfan Bachdim. Jujur aja waktu pertama kali namanya menjadi perbincangan di belasan status teman pesbuk saya, tak pernah sekalipun terlintas di pikiran saya kalau idola yang dimaksud adalah seorang pemain bola. Maklum aja karena saya memang bukan penggila bola. Malah saya kira dia salah satu pesesta Indonesias Got Tallent, atau artis sinetron pendatang baru. Ya iyalah, habis namanya mirip banget sama Arumi Bachsin. Ta' kirain mereka adalah saudara lain ayah lain ibu. Hehe...

Usut punya usut. Usut sana usut sini. Liat beritanya di tipi, plus browse namanya di gugel akhirnya ketemu juga beritanya plus fotonya. Ouhh...pantes digila-gilai sama cewek-cewek. Wong orangnya ganteng gitchu. (merem sambil ngebayangi andai saya adalah cewek :-P). Coba aja kalau dia mirip Tukul. Nggak bakalan digubris sama media. Atau malah jadi sasaran lemparan botol bekas suporter...Hehe. Kejam banget ya...

Kehadiran Irfan (halah...Sok kenal) memang sangat sensasional dan menarik perhatian. Di tengah keterpurukan prestasi sepakbola tanah air pada berbagai event, dan juga kompetisi liga yang sangat jauh dari harapan. Dia datang seolah membawa angin segar dan juga kekuatan baru bagi PSSI. Kontribusinya jelas terlihat dalam dua pertandingan penyisihan AFF Suzuki Cup 2010 dengan melibas Malaysia 5-1 dan menggasak Laos 6-0 tanpa balas.

Wajarlah jika semua mata tertuju pada pemuda blasteran Belanda ini. Selain memiliki kualitas permainan yang oke, juga didukung oleh face yang lumayan cute (kiut). Tak heran jika sang idola ini menjadi selebritis baru PSSI. Bukan cuma diperbincangkan di dunia nyata, tapi juga menjadi trend topic di twitter. Followernya telah mencapai 46 ribu lebih yang kebanyakan adalah kaum hawa. Bandingkan dengan saya yang belum memiliki follower sama sekali...Hikzzz...

Selengkapnya......
December 07, 2010 Posted in | | 13 Comments »

Pernahkah kita melihat orang-orang di sekitar kita atau artis-artis sinetron di televisi, lalu kita tiba-tiba kita ingin menjadi seperti mereka ?? Saya yakin, semua pasti pernah merasakan hal itu. Keinginan untuk menjadi seperti orang lain yang dianggapnya lebih baik dari dirinya.

Saya juga sering merasakan hal itu. Cemburu dan rasa iri tak bisa dinafikan pastinya. Dan bahkan tak jarang menjadi benci dengan keadaan diri sendiri yang saya anggap tidak ada apa-apanya dibanding dengan Si Anu misalnya.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa juga ada orang lain di sekitar kita yang ingin menjadi seperti diri kita. Sifat, tingkah laku, pembawaan dan sebagainya. Mungkin kita tidak menyadarinya sehigga membuat kita jarang menghargai apa yang telah kita miliki. Dan selalu beranggapan bahwa orang lain selalu lebih baik dari kita. Padahal belum tentu.

Selengkapnya......
December 03, 2010 Posted in | , | 5 Comments »

Saya sempat mendengar judul film ini dari salah seorang teman beberapa waktu yang lalu. Katanya sih bagus, tapi nggak minat buat mencari filmnya lebih jauh. Nah, kemarin sore, sudah menjadi kebiasaan saya kalau di warnet adalah suka membuka-buka file yang tersimpan di komputer. Dan jreeeenggg...!! saya tiba-tiba menemukan film ini.

Film "Hachiko: A Dog’s Story" bercerita tentang seekor anjing yang sangat setia pada tuannya, melebihi batas kesetiaan anjing pada rata-rata.

Pembuatan film ini diinspirasi dari kisah nyata seekor anjing bernama Hachiko yang hidup dalam rentang waktup tahun 1923-1935 di Jepang. Kisah yang disajikan dalam Hachiko: A Dog’s Story persis sama dengan kisah aslinya. Di Jepang, sebuah monumen berupa patung untuk mengenang kesetiaan Hachiko didirikan di depan Stasiun Shibuya.

Cerita ini bermula ketika Profesor Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di Stasiun Kereta Api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi bekerja dan pulang dari kerja. Anjing berjenis akita itu kemudian diajaknya pulang ke rumah dan diberi nama Hachiko.

Parker dan istrinya Cate (Joan Allen) merawat anjing itu hingga Hachiko bertumbuh besar dan tiada tiada hari yang dilewatkan Parker tanpa bermain dengan Hachiko.

Selengkapnya......
November 25, 2010 Posted in | | 7 Comments »

Bagi teman-teman yang masih beruntung bisa hidup dan merasakan kasih sayang sosok seorang ayah sampai saat ini, beberapa fakta berikut mungkin bisa menjadi perenungan bagi kita semua. Artikel ini saya copy paste dari www.apakabardunia.com. Selamat membaca :

  1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.
  2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
  3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
  4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
  5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
  6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.
  7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
  8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Selengkapnya......
November 03, 2010 Posted in | | 7 Comments »

Tanggal 28 Oktober. Mungkin sudah banyak di antara kita yang lupa moment apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal tersebut. Andaikata media tak memberitakannya, bisa dipastikan bahwa tanggal 28 Oktober bagi kita tidaklah lebih dari sebuah tanggal biasa yang berulang setiap tahunnya.

Padahal jika kita mampu menghargai sejarah perjalanan dan perjuangan bangsa ini, tanggal 28 Oktober menjadi moment yang sangat historis dan tak akan pernah terlupakan. Pada tanggal itulah, 82 tahun silam,, Pemuda Pemudi Indonesia mengikrarkan diri untuk bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ikrar bersama yang menjadi tonggak negara dalam rangka melawan segala bentuk penjajahan demi satu kata bernama KEMERDEKAAN.

Yah, tanggal 28 Oktober merupakan hari lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda, yang diikrarkan para pemuda yang tergabung dalam berbagai ‘joung’ pada 28 Oktober 1928 ikut menandai sejarah perjalanan bangsa ini.Semangat baru ini dikobarkan para pemuda di tengah masa penjajahan. Tujuannya satu, mencapai cita-cita kemerdekaan Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah “benang merah” sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.

Selengkapnya......
October 29, 2010 Posted in | | 7 Comments »