Sebenarnya sih nggak ada niat sama sama sekali buat beli buku lagi hingga akhir bulan ini, mengingat kondisi keuangan yg sdh tidak memungkinkan sampai akhir bulan, apalagi beberapa hari lalu jg sdh beli buku.

Tapi seperti biasa, kadang susah bgt menjaga hati untuk istiqomah dgn janji semula. Hari ini buktinya. Niatnya cuma jalan2 ke toko buku, tapi pas melihat sampul buku ini, mata langsung berbinar. Apalagi membaca2 daftar isi dan terstemonial di sampulnya, langsung deh kena amnesia. Sama halnya ketika membeli buku Humaira. Ya udah...ta' beli aja....(_ _")

Menurutku buku ini beda dengan sirah nabawiyah yg lain yang kadang cenderung monoton dalam penulisannya.

Muhammad : Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik ini disusun dgn bahasa sastrawi yg memikat, tapi ini bukan fiksi lho. Penulis berhasil mengkombinasikan keindahan seni tutur dan sejarah kehidupan rasulullah berdasarkan sumber terpercaya.

Selengkapnya......
July 15, 2011 Posted in | | 4 Comments »

Setiap manusia pasti memiliki sifat marah yang terpendam dalam dirinya. Sifat ini akan muncul secara otomatis ketika ada suatu hal yang memantik amarahnya. Yang menjadi perbedaan adalah sepintar apa ia mengendalikan amarah tersebut hingga tidak menimbulkan sesuatu yang berlebihan namun rasa amarahnya dapat tersalurkan secara baik dan positif.

Apa ada marah yang kreatif?? Ada, jika engkau mau kreatif pastinya. Kreatif saat sedang dilanda amarah??? Bisakah?? Pasti bisa. Sebenarnya sense of creatif adalah tergantung tingkat kreatifitas pribadi masing-masing. Jadi, semakin orang kreatif, semakin baik pula ia akan menghadirkan amarah yang kreatif. Yaitu marah yang tidak memperuncing masalah, sebaliknya seseorang akan bersikap lebih baik dan menghargaimu. Artinya, bukan amarah yang dilandasi hawa nafsu tapi ada itikad baik untuk merubah suatu kesalahan yang ada.

Marah yang kreatif adalah engkau marah, tetapi tidak ada orang lain yang tahu kecuali dirimu dan orang yang sedang engkau marahi. Bagaimana caranya?? Ya, kembali tingkat kreatifitasmu dalam menghadirkannya. Baiklah, di sini ada sebuah cermin indah yang bisa kita saksikan dari seorang Aisyah yang pernah diriwayatkan oleh Imam Muslim. Kecerdikan seorang Aisyah dalam mengendalikan amarah patut kita contoh dan bisa kita coba dalam kehidupan sehari-sehari.

Selengkapnya......
July 09, 2011 Posted in | | 10 Comments »

Bismillahi Rahmanirrahim....In the Name of God, the Most Beneficent, the Most Merciful. All appreciation, gratefulness and thankfulness are to Allah alone, Lord of the Worlds (human kind, jinn and all that exists; whether seen or unseen)

Huffftttt....narik napas panjang-panjang dan lamaaaaaaa banget. Akhirnya blog ini terisi juga setelah beberapa bulan tak terurus. Terbukti semakin anjloknya pengunjung. Baik yang sekedar blogwalking, apalagi yang mau ngasih komentar. (emangnya apaan yang mau dikoment ? Postingan aja nggak ada.. :-P)

Seorang teman bertanya, "kenapa blognya nggak diurus, kan kasian ditelantarin gitu aja. Ada masalah apa mas bro ??"

"Nggak ada masalah apa-apa om. Cuma biasalah, penyakit blogger amatiran. Konsistensi ngeblog adalah hal yang paling sulit dijaga. Ada saat-saat ketika berada pada titik jenuh, dan rasanya untuk bangkit pun bukanlah perkara mudah. Tak jarang pula mentok pada ide yang mau ditulis. Pokoknya banyak deh...." Jawabku panjang kali lebar sama dengan luas.

"ooooo...." Jawabnya singkat dan tidak jelas. (_ _")

Emang benar ya kalau istiqomah alias konsisten itu adalah hal yang sulit untuk dijaga ?? Atau ini cuma perasaan saya aja ?? Kayanya emang benar deh. Semua orang juga pasti pernah merasakannya. Bedanya, karena ada yang bisa bangkit, tapi tidak sedikit yg kemudian lepas tangan dan berbalik meninggalkan blognya. Mencari kesibukan lain.

Atau ada juga yang kemudian beralih ke twiter yang katanya Mikro Blogging. Yang menurutku tempatnya menuangkan ide tapi ndak mau repot nulis panjang-panjang. Makanya sampe sekarang saya ndak pernah aktif ngurusin si twit. Tidak suka dibatasi aja. Selain iut karena saya memang tidak tau menggunakannya...hehe

Never mind lah tentang twitter. Yang jelas saya sudah kembali di jagad blog. Mudah-mudahan aja ini bukan postingan pertama dan terakhir.

Wassalamu Alaikum.... :-)

Selengkapnya......
May 15, 2011 Posted in | | 15 Comments »

Dalam ta’lim bulanan di mesjid pada suatu hari, Pak Ustadz membahas masalah kewajiban dan hak seorang istri dalam rumah tangga. Beliau menyinggung ketika bagaimana suatu saat Nabi yang mulia pulang ke rumah (Siti Khodijah) kemalaman, dan Beliau tidak mengetuk pintu istri tercintanya, dengan alasan takut mengganggu.

Seketika saya langsung teringat, ketika suatu saat pasca melahirkan, saya baru tertidur hampir jam 11 malam. sementara suami belum pulang juga saat itu, sekitar jam 12 lewat bayi saya aha ehe minta mimi, saya lihat hp dengan tujuan hendak melihat jam, ternyata ada beberapa sms masuk yang isinya panjang lebar, ketika saya baca, diantaranya;

”....berarti nanti lagi, kita harus duplikat kunci, supaya kalau aa pulang malem, neng Geul ga usah bukain pintu,....sekarang sih ga apa aa tidur di luar, tapi barusan ada ronda lewat, takutnya kita disangka berantem......””

Membaca sms panjang, secara repleks, saya buka gordin untuk mengintip...dan masya Allah, suamiku tengah meringkuk di pinggir motor, dengan beralas jas hujan kalau tidak salah.

Saya bersyukur kepada Allah SWT dengan syukur yang tiada terhingga, ketika suatu saat mendengar seorang teman yang menceritakan suaminya tidak mau makan jika ia (teman saya) tidak memanaskan lauk pauknya terlebih dahulu, padahal suami teman saya itu pulang ke rumah lebih dahulu dari pada teman saya yang bekerja tersebut.

Selengkapnya......
April 30, 2011 Posted in | | 3 Comments »

Humairah...
Senja kembali bergelayut di depanku
menyepi di tengah lingkaran pipit
yang meningkahinya angkuh
pasrah menyambut kegelapan
yang lamat-lamat menelan semburat jingga
di pelupuk samudera...

Selusin musim berlalu di kehidupanku
ketika matamu yang tak kunjung mengering
berderai melumas wajahmu kian merah, sore itu,
Kala gerimis membuncah
di dinding matamu

ingatkah kamu..??
Dua pasang mata kita layu bersitatap
ketika janji mulai tersabdakan
di hatiku....di hatimu...
janji kesetiaan sepasang mahluk

serasa angin sepi menghembus ubun-ubun
saat bayangmu mulai raib di persimpangan
dan sesuai janji kita
kamu akan terus melangkah menggengam air mata
dan aku jua tak bergeming di pendirianku
dilarang melangkah mengejar

Humairah...
selusin musim berlalu di kehidupanku
ketika rindu-rindu yang dulu kunikmati
kini menjelma kepahitan dalam penantian
denting hujan yang dulu kupuja-puja alunannya
kini menjelma jeritan rindu menyayat-nyayat

Humairah..
izinkah aku, sang kekasihmu
ketika purnama bulan ini menyapamu
tersenyumlah padanya walau sedikit
karena telah kutitipkan padanya
segenap rindu dalam dua belas musim
 UNTUKMU.... 
 
-==Makassar, menjelang maghrib=--

Selengkapnya......
January 30, 2011 Posted in | | 5 Comments »


Kisah yang diangkat ke dalam novel ini terjadi pada empat belas abad silam, di tengah gurun pasir Arabia, ketika risalah pencerahan Nabi Muhammad SAW telah menyapu seluruh Jazirah Arab dan menyatukan suku-suku yang semula bertikai. Istri kesayangan Rasulullah, yakni Aisyah binti Abu Bakar, yang berjuluk Humaira, melalui novel ini seakan mengisahkan kesaksiannya atas perubahan Muhammad dari seorang nabi menjadi salah satu negarawan yang paling berpengaruh di dunia.

Dengan pusat pengisahan (point of view) orang pertama (Aku), sebagai saksi dan penutur peristiwa, Kamran Pasha begitu berhasil memasuki relung-relung hati dan pikiran, sekaligus kesaksian, Siti Aisyah, dan menuturkan fase terbesar perjuangan Rasulullah beserta romantika kehidupan cintanya, dengan sangat memukau.
Aku tdk mengeluh karena
ada saatnya aku berharap mati
bertahun2 lalu,
atau bhkan tak prnah dilahirkan.

Aku memandangi pepohonan yg hidup
mereka terdiri hanya dari mimpi
akan matahari dan kenangan akan hujan.
Aku cemburu pada mereka.

Ada kalanya aku brharap
aku salah satu bebatuan yang
berjejer di bukit2 di luar Madinah
yg diabaikan dan dilupakan oleh orang2
yg menginjak2 mereka."

--Humairah hal:9 --

Dengan lihai dan tanpa terasa janggal, penutur kesaksian berpindah-pindah ke tokoh-tokoh lain, dengan tetap menggunakan pusat pengisahan orang pertama tunggal (Aku). Sehingga, sosok Siti Aisyah (Humaira) sebagai tokoh utama tidak hanya muncul dari kesaksiannya sendiri, tapi juga dari kesaksian tokoh lain,

seperti kesaksian Abdullah bin Zubair (hlm 599-606). Sementara, kesaksian tentang sosok Rasulullah beserta kemuliaan-kemuliaannya, lebih banyak dituturkan oleh Siti Aisyah. Begitu juga sosok dan karakter para sahabat sejak sebelum masuk Islam.

Selengkapnya......
January 05, 2011 Posted in | | 11 Comments »