Entah mengapa aku kadang menunggu sesuatu ketika langit mulai terlihat muram. Bukan cerahnya yang aku nanti, ataupun kembalinya langit membiru ceria. Tapi aku sedang menunggu datangnya HUJAN. Aku selalu merindukan hujan. Bukan hanya karena dia mampu menghadiahkan keindahan pelangi kala berpadu dengan mentari. Tapi hujan bagiku juga mampu memberikan ketenangan dan kedamaian. Hujan bagiku adalah teman yang setia untuk merangkai kisah dan cerita. Hujan menganugerahkan begitu banyak inspirasi. (cerita anak hujan)

***

RAIN AFFAIR. Pertama kali membaca judul buku ini, aku langsung tertarik. Bukan hanya karena pengarangnya yang masih muda dan juga seorang blogger seperti saya. Tapi satu kata yang sangat menyihir bagiku, yaitu RAIN (Hujan).

Ternyata aku tidak seorang diri sebagai pengagum hujan, tapi ada juga Mbak Clara. Bahkan hujan telah memberikannya inpirasi untuk merangkai sebuah cerita yang sangat apik. Walaupun kutahu tidak sepenuhnya bercerita tentang hujan. Tapi juga cinta, tepatnya cinta segitiga. (Iya kan Mbak…?? Hehe..)

Mereka adalah Nathan, Lea dan Noah. Noah  dan Lea adalah sepasang kekasih. Sedangkan Nathan adalah sahabat Noah yang kemudian diperkenalkan kepada Lea. Dan Sejak perkenalan itu, keduanya pun akrab dan berteman baik. Bagi Nathan sendiri, Lea adalah masa lalunya yang sempat terpisahkan dalam waktu yang lama. Namun takdir  telah mempertemukan mereka kembali walaupun Lea belum menyadarinya.

Sejak pertemuan kembali itu, Nathan mulai rajin menemani Lea ketika kesepian atau sekedar mendengarkannya bercerita. Dan dari situlah dia mengetahui bahwa selama ini Lea sebenarnya tak merasakan lagi kebahagiaan bersama kekasihnya. Noah acap kali tak jujur dan seolah menyembunyikan sesuatu dari Lea.

Selengkapnya......
May 27, 2010 Posted in | , | 20 Comments »

Ketika tulisan ini saya posting, mungkin suasana di kampus saya, Universitas Hasanuddin Makassar masih sangat memanas. Sejak kemarin sore, dua fakultas yang berbeda sudah terlibat aksi lempar batu dan kejar-kejaran di dalam wilayah kampus merah. Dua fakultas tersebut adalah Fakultas Teknik dan Fisip yang memang dari dulu dikenal sebagai musuh bebuyutan. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (Sastra) pun ditengarai ikut-ikutan tersulut emosinya karena merasa terancam. Kebetulan gedung Fisip dan FIB masih satu kompleks.

Hari ini, ketika mahasiswa lainnya yang sedang serius belajar apalagi menghadapi minggu-minggu terakhir perkuliahan di kampus, tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan dari puluhan mahasiswi yang berhamburan menyelamatkan diri. Kontan, kami yang berada di dalam kelas dan kebetulan mengikuti kuliah Metode Penelitian Linguistik pun berlarian keluar kelas untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Dan nampak puluhan mahasiswa berlarian seperti dikejar setan, sementara di belakangn mereka juga terlihat puluhan mahasiswa lainnya mengejar dengan batu di tangan dan wajah yang tertutup kain.

Kejadian memalukan sekaligus memilukan ini bukanlah satu atau dua kali terjadi di Makassar, khususnya di Unhas. Bahkan dalam sebulan ini, tercatat tidak kurang telah terjadi 3 kali aksi keributan. Sebelumnya, juga terjadi pengrusakan dan pembakaran kantor rektorat oleh demonstran dari jurusan Ilmu Geologi  yang berorasi di depan rektorat. Aksi itu kemudian berlanjut dengan keributan antara demonstran dan petugas keamanan kampus (Satpam).

Selengkapnya......
May 25, 2010 Posted in | | 23 Comments »

Kalau di dunia nyata sedang ramai-ramainya demonstrasi dan musim sinetron, beda lagi nih dengan dunia maya. Di dunia maya saat ini ternyata sedang musim kompetisi. Kompetisi yang diadakan pun beragam. Ada yang gampang-gampang susah seperti lomba postingan tematik, lomba membuat puisi lucu sampai dengan lomba membuat fiksi mini. Dan ada juga yang memang beneran susah misalnya kontes SEO.

Nah, bagi kalian yang hobby ikutan kompetisi (baik yang serius ataupun yang sekedar ikutan nimbrung..hehe..), ada lagi nih kompetisi yang menurutku sangat menarik. Menarik karena pesertanya tidak sebatas hanya untuk blogger seperti lomba-lomba di atas, tapi justru untuk facebookers (minimal punya akun FB).

Namanya....namamya...??
Nama dari lomba ini adalah 3 JUTA dari 3 NOVEL. 
(tuinggg....tuinggg...tuinggg..!!! Matanya langsung berbintang-bintang pas ngebaca kata "JUTA"..hehe..)

Yang Ngadakan ??
Lomba ini diadakah oleh Leutika Publisher. Sebelumnya mereka telah sukses mengadakan lomba Curhat Jalan Raya yang berhasil mengumpulkan tidak kurang dari 300 tulisan peserta. Dan mereka kini kembali mengadakan lomba serupa dengan konsep yang berbeda, dan pastinya dengan kemasan yang lebih menarik. Terutama bagi yang demen banget baca novel.

Waktu Pelaksanaan ??
Lomba 3 JUTA dari 3 NOVEL ini berlaku dari tanggal 05 Mei 2010 sampai 15 Juli 2010. Pemenang akan diumumkan tanggal 20 Juli 2010 melalui FB Leutika Publisher dan www.leutika.com. Pemenang akan dihubungi melelui telpon

Selengkapnya......
May 23, 2010 Posted in | | 22 Comments »

“Tapi maaf, aku sudah tidak perawan”. Pesan terakhir yang kukirimkan lewat SMS, sebelum akhirnya dia menghilang entah kemana. Aku kecewa.
 ***

Pengen coba-coba ikutan lomba Fiksi Mini yang diadakan oleh Mbak Wi3nda. Mudah-mudahan aja menang...hehehe......



Selengkapnya......
May 20, 2010 Posted in | | 24 Comments »

Setuju atau tidak, perkembangan sinetron saat ini sudah dalam tahap sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya karena jam tayangnya yang semakin menggeser tayangan-tanyangan yang lebih mendidik dan bermanfaat, tapi juga efek dari sinetron itu sendiri.  Kini, sinetron tidak hanyak menjadi tontonan orang dewasa dan remaja, namun anak-anak pun turut larut dalam cerita yang disuguhkan di dalam tayangan sinetron. Dan parahnya, karena sutradara dan produser sinetron seakan bermasa bodoh dengan produk sinetron yang mereka garap. Sehingga, kualitas pun dikesampingkan yang penting sinetronnya kelar dan para pengiklan pun berbondong-bondong agar produk mereka diiklankan.

Perkembangan sinetron di Indonesia berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan jumlah stasiun televisi. Saat ini ada belasan saluran tv dengan skala cakupan siaran nasional dan puluhan atau bahkan ratusan stasiun tv lokal pada tiap wilayah. Bukan hanya di perkotaan, tetapi juga sudah merambah ke desa-desa. Jadi tidaklah mengherankan jika kemudian para remaja yang tinggal jauh dari perkotaan pun sudah bisa meniru gaya dan cara berdandan dari pemain sinetron-sinetron yang mereka lihat. Terlebih lagi, karena tak sedikit anak-anak belasan tahun pun menjadi korban sinetron. Mereka sudah pintar pacaran, berani melawan orang tuanya dan berbagai macam hal-hal negatif lainnya.

Seorang korban sinetron mungkin secara tidak sadar akan meniru pengaruh buruk apa yang ia tonton di tv. Bisa jadi dari sisi berpakaian dan dandanan yang kurang sopan dan wajar, sisi perilaku peran antagonis, sisi peran utama yang menerima penderitaan tanpa usaha dan hanya menanti uluran bantuan orang lain, meniru adegan-adegan tertentu yang dinilai aneh bagi masyarakat, membuat orang-orang desa bermimpi bisa kaya raya seperti di tv dan dapat memicu urbanisasi, dan sebagainya.

Selengkapnya......
May 18, 2010 Posted in | | 19 Comments »

Gerimis belum juga reda ketika magrib telah lewat. Setelah menyusuri jalanan yang basah, aku menepikan motorku tepat di samping sebuah tenda warung makan di pinggir jalan. Kali ini aku ditraktir makan oleh  teman. Sambil menunggu pesanan disiapkan, mataku tertarik memperhatikan dua anak kecil yang sedang bersenda gurau di sudut meja yang lain.

Badannya agak dekil dengan pakaian yang lusuh dan terlihat kebesaran. Sesekali mereka juga mengalihkan pandangan ke arahku sambil tertawa. Ada yang salah denganku ?? Ahh..,biarlah, namanya juga anak-anak. Mungkin mereka adalah anak si pemilik warung tersebut, pikirku.

Tak berselang lama kemudian, pesanan kami pun datang. Dua porsi ayam lalapan yang siap disantap dengan sepiring nasi santan yang masih hangat, yummii…!! Mataku kini beralih ke arah makanan yang berada di hadapanku. Dan tak lagi memperhatikan kedua anak kecil tersebut, kecuali tawa mereka yang masih tetap terdengar ceria. Tawa khas anak kecil.

Mungkin karena terlalu serius makannya, tanpa kusadari anak-anak kecil itu telah berada di sampingku. Hanya dipisahkan oleh sebuah kursi plastik kecil. Mereka memperhatikan aku makan sambil tertawa cekikan. Huffft…!! Dasar anak kecil. Nggak tau apa kalau aku paling nggak mau diperhatikan kalau lagi makan. Karena merasa nggak enak, aku menatap mereka dengan mata melotot.

Selengkapnya......
May 15, 2010 Posted in | | 18 Comments »