Setuju atau tidak, perkembangan sinetron saat ini sudah dalam tahap sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya karena jam tayangnya yang semakin menggeser tayangan-tanyangan yang lebih mendidik dan bermanfaat, tapi juga efek dari sinetron itu sendiri.  Kini, sinetron tidak hanyak menjadi tontonan orang dewasa dan remaja, namun anak-anak pun turut larut dalam cerita yang disuguhkan di dalam tayangan sinetron. Dan parahnya, karena sutradara dan produser sinetron seakan bermasa bodoh dengan produk sinetron yang mereka garap. Sehingga, kualitas pun dikesampingkan yang penting sinetronnya kelar dan para pengiklan pun berbondong-bondong agar produk mereka diiklankan.

Perkembangan sinetron di Indonesia berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan jumlah stasiun televisi. Saat ini ada belasan saluran tv dengan skala cakupan siaran nasional dan puluhan atau bahkan ratusan stasiun tv lokal pada tiap wilayah. Bukan hanya di perkotaan, tetapi juga sudah merambah ke desa-desa. Jadi tidaklah mengherankan jika kemudian para remaja yang tinggal jauh dari perkotaan pun sudah bisa meniru gaya dan cara berdandan dari pemain sinetron-sinetron yang mereka lihat. Terlebih lagi, karena tak sedikit anak-anak belasan tahun pun menjadi korban sinetron. Mereka sudah pintar pacaran, berani melawan orang tuanya dan berbagai macam hal-hal negatif lainnya.

Seorang korban sinetron mungkin secara tidak sadar akan meniru pengaruh buruk apa yang ia tonton di tv. Bisa jadi dari sisi berpakaian dan dandanan yang kurang sopan dan wajar, sisi perilaku peran antagonis, sisi peran utama yang menerima penderitaan tanpa usaha dan hanya menanti uluran bantuan orang lain, meniru adegan-adegan tertentu yang dinilai aneh bagi masyarakat, membuat orang-orang desa bermimpi bisa kaya raya seperti di tv dan dapat memicu urbanisasi, dan sebagainya.

Sebaiknya seseorang sama sekali menghindari sinetron berseri yang tidak mendidik karena hanya buang-buang waktu saja. Pilih tayangan televisi yang tidak bersambung dan bikin penasaran, karena yang demikian dapat memperbudak kita agar terus-menerus nonton sinetron itu tanpa boleh tidak nonton sekalipun. Sebaiknya tonton saja acara berita, dialog, lawak lepas, dansebagainya yang tidak bersambung sehingga waktu yang ada bisa kita dedikasikan untuk keluarga tercinta atau kegiatan lain yang bermanfaat.

Jika semua orang kompak, maka sinetron sampah yang kurang mendidik akan musnah diganti dengan tayangan lain yang lebih memberi pengetahuan dan motivasi untuk hidup lebih baik namun tetap mengedepankan aspek hiburan. Para pembuat sinetron harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia butuh motivasi dan bimbingan untuk keluar dari krisis ekonomi dan moral sehingga mereka sewajarnya menciptakan sinetron yang dapat memperbaiki kondisi bangsa ini.

Selain itu, pemerintah juga harus bertindak tegas dan membuat aturan yang jelas sehingga para pelaku seni khususnya pembuat sinetron juga mempertimbangkan baik buruknya produk yang mereka buat, dan jangan memperhatikan sisi komersial belaka. Karena ketika remaja mulai rusak mental dan perilakunya gara2 tayangan televisi, maka siapa lagi yang bisa kita harapkan untuk membangun bangsa kita.

***
Baca Juga Postingan Terbaruku di Cerita Anak Hujan

Tulisan Yang Berkaitan



May 18, 2010 Posted in | | 19 Comments »

19Komentar:


..aRea waJib NgoMeL..


Silahkan ngomel yang baek2 di sini ^_*. Kalau pengen ngomelin teman yg lain, caranya ketik @ID yang diomelin, trus tulis omelan kamu di bawahnya.


Contoh:


@4827332802306653045.0
Wahhh....blognya siapa neh..?? jelek banget.. :-P