Buat si Sapi Dudunk dan para kru Toko Buku Online, BUKUMOO, sebelumnya mohon maaf karena amanat untuk meresensi hadiah bukunya baru bisa saya laksanakan sekarang. Ini karena terkendala PERASAAN (halaahhh), maksudnya perasaan malas ngapa2en...heheh. Bukunya sendiri sudah saya terima satu minggu yang lalu, dan saya selesaikan membacanya dua hari kemudian.  

DEALOVA. Yah...saya sengaja memilih buku ini sama sekali bukan karena peminatnya sedikit alias tidak banyak. Tapi karena di antara deretan buku-buku yang diperebutkan, hanya DEALOVA lah yang bukan novel terjemahan. Dan saya tidak pernah suka dengan novel alih bahasa. Selain itu, saya juga penasaran dengan novel yang pernah diangkat ke layar lebar ini. Dan hasilnya memang sangat bagus walaupun tidak sampe membuat saya meneteskan air mata, seperti kebanyakan testimoni pembaca yang saya temukan di halaman terakhir buku ini.

Sebenarnya agak kurang pas kalau tulisan ini saya sebut sebagai sebuah resensi. Selain karena saya yakin kalau kalian pasti sudah pernah nonton filmnya, saya juga tidak ingin mengulas isi buku secara keseluruhan. Melainkan hanya pesan-pesan novel dari sudut pandang saya sebagai pembaca yang tentu saja sifatnya sangat subjektif.

***
Sebenarnya apa sih artinya DEALOVA. Hehe..jangan tanya dirikuwww. Karena jangankan saya, pengarangnya sendiri, Dyan Nuranindya,  pun tidak tau apa arti kata tersebut. DEALOVA  sendiri merupakan novel teenlet yang bercerita tentang kehidupan dan kisah cinta seorang wanita tomboy yang gemar bermain basket, bernama KARRA. Tidak seperti cewek tomboy kebanyakan, sosok KARRA terbilang cantik dengan rambut panjangnya yang terurai. Kegemarannya bermain basket, menjadikan dia didaulat sebagai pemegang ban kaptern di sekolahnya. 


Konflik mulai terjadi ketika suatu hari sekolah KARRA kedatangan murid pindahan dari Aussie bernama   DIRA. DIRA yang jago main basket. DIRA yang tiba2 menjadi seleb baru di sekolah. DIRA kedatangannya membawa kesialan beruntun bagi KARRA, karena sifatnya yang sok dan misterius. Semuanya membuat KARRA menjadi benci dengannya, terlebih ketika DIRA juga resmi menjadi kapten tim basket putra di sekolahnya. 

Tapi benar kata pepatah, batas antara benci dan cinta itu hanyalah setipis kulit ari. Tipis banget. DIRA menyatakan cinta kepada Karra. Dan Karra pun bingung. Seolah tak percaya dengan apa yang Dira katakan. Walaupun akhirnya, Karra juga mengakui perasaannya.

Lalu bagaimana dengan IBEL, sahabat IRAZ (Kakak Karra), yang juga memendam perasaan cinta dan sayang kepada Karra sejak pertemuan pertama ??
 
***

Cinta Sejati hanya ada untuk dua orang yang saling mencintai, tak ada tempat buat orang ketiga. Ketika dua hati mencintai satu orang, maka salah satu diantaranya harus mengalah.
Ada satu kalimat yang paling berkesan bagiku di dalam novel ini. If You can't have the one you love, You have to love the one you have. Jika kamu tidak bisa memiliki apa yang kamu cintai, maka kamu harus mencoba mencintai apa yang kamu miliki........


Tulisan Yang Berkaitan



July 28, 2010 Posted in | | 36 Comments »

36Komentar:


..aRea waJib NgoMeL..


Silahkan ngomel yang baek2 di sini ^_*. Kalau pengen ngomelin teman yg lain, caranya ketik @ID yang diomelin, trus tulis omelan kamu di bawahnya.


Contoh:


@4827332802306653045.0
Wahhh....blognya siapa neh..?? jelek banget.. :-P