"Berapa tahun umurmu nak,...?" Tanya seorang kekek kepada anak kecil ketika mereka berada di pinggir jalan menunggu pete-pete

"Delapan tahun kek!" jawab si anak tersebut

"Delapan tahun !!??" seru si kakek. "Tapi tinggimu belum setinggi dengan tongkat kakek.."

Kemudian anak itu berdiri tegak dan bertanya kepada si kakek tersebut :

"Memangnya umur tongkat kakek berapa tahun sih ????"



Selengkapnya......
December 24, 2009 Posted in | | 1 Comments »



Entah ini kali yang keberapa sosok itu menyapaku dalam lelap.
Pagi ini dia kembali lagi, di antara aroma subuh, sebelum helai-helai fajar disingkap oleh pagi, mengawali geliat kehidupan. Aku selalu menyukai hadirnya. Walau hanya dalam semerbak bayang-bayang dan pula itu kada melenakan aku untuk segera terjaga dan bangkit merangkai hidup yang sesungguhnya.

Aku tak tahu mengapa aku begitu menyenangi hadirnya dalam mimpiku. Mungkin, karena aku pernah berharap mendapatkan kekasih seperti dirinya. Yah...bisa jadi. Dan bisa jadi pula karena terkadang hatiku diam-diam melukis rindu dalam lembaran khayalku. Dan rindu itu ternyata untuknya.

Aku tak bisa menyalahkan perasaan dan menderanya dengan logika-logika. Karena sesalah bagaimanapun dia di mata orang, dia tetaplah benar untuk dirinya sendiri, walaupun tak jarang dia menjadi tak logis. Tapi itulah perasaan, yang ibarat anak kecil yang polos, akan pasti menangis ketika kau menghakiminya.

Dulu, sebelum kami merasa terpisah seperti ini, tak jarang kami berbagi kisah dan menyulam harapan.

"Aku mengharapkan seseorang yang bisa memberikan aku perhatian padaku. Yang bisa aku ajak berbagi. Bukan orang yang cuek, tanpa perhatian"

Begitulah dia biasa mencurahkan isi hatinya padaku. Dan aku tak perlu bercuap panjang lebar tentang harapanku

"Sama. Aku juga berharapa seperti itu" Harapan yang sangat singkat, tapi padat untuk membentuk suatu hubungan. Aku menatap kelopak matanya dalam-dalam sambil melukis senyum berdua.

"Ahhhhh...!!!! tidak kah kau tahu, bahwa segala yang aku harapkan ternyata telah ada di dalam dirimu." Bisikku dalam hati. Mendiam dalam kekaguman. Walau kadang terselip canda, tapi tidakkah kau merasa bahwa tiap kata yang aku ucap kala itu, yang ada hanyalah kesungguhan rasa. Aku sudah legah, karena aku telah berkata apa adanya, sekalipun acap kau anggap hanya canda yang ada."

Aku sadar bahwa cinta tak pernah salah. Kita tak pernah tahu kapan dia akan datang, dan kapan pula dia akan pergi. Serta di lembah hati mana dia akan terjatuh. Tetapi, ketika yang ada hanya cinta tanpa logika, maka yang lahir hanyalah keegoisan. Dan dilema itulah yang ada di antara kita. Andaikata kita terlalu menurutkan perasaan, maka sepotong hati yang lain pasti akan teriris. Dan itu adalah SAHABATMU, yang juga kekasihku.

Selengkapnya......
December 22, 2009 Posted in | , | 4 Comments »


Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.
Daftar isi


Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Selengkapnya......
December 19, 2009 Posted in | | 4 Comments »


Kejadiannya beberapa bulan yang lalu. Malam belum terlalu larut, mungkin kisaraan jam 7 atau selepas Isya. Aku memacu motorku agak pelan di tengah kepadatan lalu lintas di jalan Sungai Saddang Baru. Ketika berada di perempatan Sungai Saddang dan Veteran Utara, traffic light kuning menyala. Karena yang kutau itu hanyalah sebuah peringatan untuk bersiap-siap berhenti, maka aku pun  melanjutkan laju motorku. Hingga sampai di seberang, seseorang telah berdiri sambil melambaikan tangan ke arahku dengan simpritan yang meraung-raung seperti tukang parkir, meminta aku untuk berhenti. Merasa tidak punya kesalahan apa-apa, aku jadi agak sungkan untuk menghentikan motorku. Sampai aku sadar bahwa akulah objek bergerak yang dimaksud.

“Kenapa, pak” tanyaku penuh selidik bercampur heran. Takutnya emang beneran tukang parkir yang menggadung jadi polisi.

“Ko tauji apa kesalahanmu ?” tanya pak polisi itu dengan senyum yang dibuat-buat. Oh..bukan senyum. Tapi sedikit ketawa. Ketawa yang menjengkelkan bagiku.

“Tidak pak, apakah ?” jawabku judes dengan filing yang nggak enak. Perasaan yang sama setiap nge-date di pinggir jalan dengan polisi lalu lintas kayak gini.

“kenapa ko nyebrang, na menyalami lampu merayya”

“Haahh…!! Tidak deh pak. Masih lampu kuningki ku liat tadi. Kalau lampu merahmi, ku tau sendiri kalau salah ka”

“ah…!! Padahal saya merahmi kuliat tadi waktumu nyebrang. Ka jili jiliko lagi bawa motor”

“Tojenga kodong pak, masih kuningki pak (mata lo kali yang merah). Tidak percayanya inie”

Selengkapnya......
December 14, 2009 Posted in | | 9 Comments »


Beberapa bulan yang lalu, ketika masih ijo anget-anget di ranah blog, sebelum saya ngenal apa itu blogwalking, google page rank, dan jenis mahluk apa itu yang bernama alexa (emang saat ini dah ngerti yagh :-p). Saya sempat berkunjung ke salah satu blog teman baruku yang aku follow. Wuihhh....!!! Blognya top banget deh. Emang yah, rumput tetangga pasti lebih ijo dibandingin rumput sendiri. Walaupun beberapa orang rabun bilang blog saya "bagus" (kapujiang : MODE ON) tapi tetap ajah blog dia lebih manis, lebih cantik dan lebih enak dipandang mata (hehehe...maklum..yang punya juga cewek manis).

Nah...di salah satu postingannya dia beri judul "Aku dan Alexa" yang ngebahas tentang kehidupan hari-harinya dan juga si "Alexa" yang katanya sering ngambek dan kurang sehat. Kadang-kadang kurus, dan juga kadang-kadang jadi gendut dan buncit. Di pikiran saya, Alexa itu pasti seorang cowok cakep yang punya hubungan khusus dengannya. Atau paling tidak, Alexa itu mungkin sejenis kucing piaraan yang memang kadang suka ngambek kalau lagi nggak mood ngeliat manusia.

Aku bukannya sok ingin pintar dan pengen ngejelasin lagi tentang Alexa, gimana cara ngelangsingin, ataupun formula-formula agar penyakit gendut alexa nggak kambuh. Coz..memang kayaknya aku belum punya kapabilitas untuk membuat defenisi sendiri mengenai si kucing piaraan bernama alexa itu. Kalau nggak pengen ribet nanya sana sini, kan ada Mbah Gugel buat ditanya ini itu. Asalkan jangan nanya-nanya ke Mbah Maridjan soal alexa itu. Apalagi nanya ke Mak Erot. Yang ada, lo malah dikasih tips to make Yours become hard, strong, and long life....hohoho.....

Selengkapnya......
Posted in | , | 1 Comments »


Saya jadi tertarik banget buat nulis postingan ini, gara-garanya pas malam kemaren ada acara Barometer di SCTV. Saya lupa topiknya apaan. Apakah tentang aksi 9 Desember atau dialog tentang kasus Mbak Prita Mulya Sari, yang jelas ngebahas tentang hukum dan keadilan. Pada session tanya jawab, ada salah seorang penanya yang lagi2 saya lupa namanya. Yang saya ingat jelas, klw di bawah namanya itu tertulis "blogger".  (huhh...!!! ni apa2an sih ?? baru blogger kelas plankton aja, pelupanya dah nggak ketulungan. Gimana klw dah jadi anggota dewan ?).

Tiba-tiba aja saya jadi tersenyum senang bercampur bangga sebagai seorang blogger walaupun cuma blogger amatiran yang baru bisa menghasilkan beberapa postingan nggak jelas. Kenapa bangga ? Karena dipikiran saya kata blogger yang tertulis di bawah nama orang itu seolah-olah merupakan suatu yang punya nilai prestigious karena merujuk pada suatu pekerjaan, profesi dan bahkan jabatan yang melekat pada seseorang. Tentunya ini berbeda dengan Facebooker yang ngga punya sense interest sama sekali buat orang yang mendengarnya.

Sama halnya ketika Pasha Ungu atau Tukul Arwana nongol di Infotainment. Di bawah tulisan namanya pasti akan muncul kata "Selebritis", atau tulisan "Director" di bawah nama Sam Raimi, misalnya. Yah, mungkin begitu jugalah andaikata Anggoro itu muncul di TV. Klw bukan "koruptor", pasti akan cocok dituliskan "maling" di bawah namanya yang bisa mengacu pada perbuatan atau profesi seseorang.

Tapi sebenarnya layak nggak kalau kegiatan blogging bisa disebut sebagai sebuah profesi ? Artinya, kehidupan kita sehari-hari sangat bergantung pada kegiatan ngeblog dengan kata lain bloglah yang menghidupi kita. Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Tergantung tujuan kita ngeblog. Apakah hanya untuk bersenang-senang, atau karena memang ingin meraup dollar misalnya.

Kalau misalnya ngeblog itu memang merupakan sebuah kerjaan, saya pasti akan dengan malu menjawab kalau ditanya sama sopir pete2

"kerja apa dek ?"

"blogger ji kodong pak,,"  dengan tatapan kosong ke luar jendela, menghindari pandangan aneh dan kerutan nggak ngerti di wajah sopir pete2 itu.

Bukannya malu menyebut kata bloggernya itu lho. Tapi aku malu klw ngeblog itu saya jadikan sebagai profesi tapi nyatanya saya belum bisa menghasilkan apa2. Alih-alih menghasilkan uang, yang ada malah pemborosan gara-gara kebanyakan nongkrong di warnet. Sekali lagi, saya bukannya malu menyebut kata blogger, saya malah bangga. Karena kita masih tetap konsisten ngeblog di tengah gempuran soto alias social networking (minjem istilahnya Arief Rifai, pemenang ke-3 Penulisan Entry Blog, AM Award).

Tapi tentu akan sangat berbeda ekspresinya, kalau pertanyaan yang sama dilemparkan kepada Radit "Si Kambing Jantan" atau sama Arham Kendari "Jakarta Underkompor" dan kepada blogger2 profesional lainnya. Mereka pasti akan dengan sangat bangga menyebut kata "I am a blogger". Karena memang bloglah yang membuat mereka menjadi tenar, bahkan kisah kehidupannya yang konyol telah dibuat dalam buku berseri dan difilmkan. Wuihhh....salut dwehhh...!!!

Lalu bagaimana dengan kita...??

Selengkapnya......
December 10, 2009 Posted in | , | 4 Comments »