Top Komentator
Postingan
I am member of
Favourite Site
Blog Tetangga
- 'a i u e o' in my life ::
- ..:: n t a n
- Aan's Blog
- ABC & XYZ
- Ahmad Maulana
- Anak Sastra
- Andy Hardiyanti Hastuti
- Anglophile 06
- Ateh75
- Athifah Dahsyamar
- Between Me and my World
- Bizwud Blog
- Blog Ga Jelass
- Buku Harian Dhinna
- Cerita Anak Hujan
- Chordpoprock
- Computer and Technology
- Coretan Kehidupanku
- Daeng Rusle
- Elok Langita
- exJAMBRET
- exTUTORIAL
- FecesHouse
- GUBUK BLEKENYEK
- I am what I am
- Iahs Domus
- IAN OMSTER CAMP
- insanitis37
- Intan's Official Blog
- Ipul
- Kak Tina
- Kebahagiaan
- kebookyut
- Lonely Heart
- Manole' Camp
- Menulis Kreatif
- Modesty
- Paman Tyo
- planktonemon
- Rhapsody in Euforia
- Rinda's Blog
- Rumah Blogger
- Sang Pujangga
- Sekitar Kita
- Sisi Lain
- Subtitle Film
- T - R
- This is Real
- Tubir Blog
- Tulisan Byasa
Fan Box
Followers
Terang aja saya heran bin kaget ngeliatnya. Apakah mungkin blog sejelek ini yang baru beberapa minggu terakhir ini aku serius kelola dengan tidak memasukkan lagi unsur copy paste, bisa meraih penghargaan ? Pun kalau kalau tak ingin disebut penghargaan, anggap sajalah ucapan terima kasih karena sudah secara iseng mendaftarkan blog di www.angingmammiri.org untuk ikut serta dalam ajang lomba antar blogger Makassar (yang mendaftar tentunya).
Saya memang tak pernah ngeharap banyak waktu mutusin untuk mendaftar. Dikenal oleh banyak blogger, itu dah cukup. Selain karena ngerasa kontent blogku yang tidak ada apa-apanya dibandingin blog lain, juga karena aku kurang pede. Tapi tak apalah. Apa salahnya mencoba. Mumpung ada ajang kayak gini. Sambil menyelam minum air. Dan skalian buat ngeramein milad komunitas blogger anging mammiri yang ketiga.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk mendaftar dua kategori, yaitu Blog Pendatang Baru Terfavorit dan Blog Pendatang Baru Terbaik. Di kategori pertama memang dah jatuh duluan, ini karena didasarkan pada dukungan terbanyak. Sedangkan blogku ? Jangankan pendukung, pembaca pun nggak banyak. Mungkin karena ngga bisa promosi kali ya..? Satu-satunya pendukung dan pengunjung setia adalah aku seorang...hehehe...(...jadi malu...). Di pikiran aku, Blog Pendatang Baru Terfavorit ajah dah gugur, apalagi Blog Pendatang Baru Terbaik. Tapi ternyata tim juri kayanya punya penilaian sendiri atas sebuah blog yang dianggap baik. Terlepas dari penilaian-penilaian teknis tentunya. Padahal, waktu aku ngintip blog2 lain yg mendaftar di kategori ini, rata-rata mereka memang dah kayak blogger profesional yang di side kiri kanan dan atas bawahnya dah dipenuhi add sense alias iklan. Artinya, memang serius ngeblog untuk menghasilkan uang.
Ahhh...nantilah aku tanya ma tim jurinya kalau dah ngopdar. Sekarang bukan saatnya aku memprotes tim juri yang dah menganugerahiku 1 award (mudah2an aja ngga salah kasih...hehehe....). Aku cuma pengen ngucapin terima kasih yang tak terhingga atas penghargaannya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bg saya dalam menghasilkan kontent blog yg berkualitas. Bukan cuma berisi curhatan dan ocehan-ocehan tak penting, yang bisa-bisa membuat pembaca jadi meriang, muntah dan langsung pingsan. Once again....terimas kasih...^O^
www.gooo-blog.co.cc
Dan malam itu, kami kembali bercengkerama di atas sepasang bangku, di depan sebuah meja kayu yang rapuh termakan rayap. Seperti biasa, dia tak lupa menyuguhkan teh hangat dan beberapa potong singkong untuk kami nikmati bersama, bernostalgia di depan perapian-perapian kecil dengan kepulan asap hitam membumbung, meliuk-liuk dan lenyap membaur dengan hitamnya malam.
Ternyata bangku-bangku itu masih sama seperti dulu. Barang satu-satunya peninggalan ayah yang telah begitu banyak mendengar cerita anak manusia di dalam gubuk-gubuk reyot bersekat anyaman daun nyiur, yang tingginya tak cukup semeter dari permukaan tanah.
Di kala ia mulai bercerita, aku selalu menggenggam tangannya yang kasar, menyusuri tiap ruas permukaan kulitnya yang semakin kusam dan tipis termakan usia. Inilah ritual-ritual sederhana yang sering kami lakukan di penghujung malam. Di bawah desir angin yang membelai dedaunan kenari di atas gubuk kami. Sementara binatang-binatang di luar sana, pun turut diam terlarut dalam ritual itu.
Siang yang indah. Seindah perasaan Sani sore itu. Semua tergambar jelas dari binar matanya yang bening bulat selaksa bola pingpon. Dikelurkanya hape dari saku celana jeansnya. Mengutak-atik inbox messagenya dan sesekali tersenyum sumringah. Belasan SMS dari seseorang misterius membuatnya hidup di tengah rasa penasaran beberapa hari terakhir ini.
“namaku Ilman, Muhammad Ilman”
Orang itu memperkenalkan dirinya melalui SMS pada suatu malam. Dia adalah teman Sani di dunia maya. Mereka sempat beberapa kali chating dan SMSan sebelum akhirnya dia mengajak Sani ketemuan hari ini. Sani tak juga menolak karena ini merupakan kali pertama dia akan ngopi darat dengan teman dunia mayanya setelah tiga bulan yang lalu dia memutuskan untuk bergabung di Facebook, jejaring sosial terbesar dan terpopuler di dunia saat ini.
Selain itu, di pikiran Sani, Ilman adalah sosok pria yang baik, garing ditemani bercanda, nyambung diajak diskusi, tidak neko-neko dan tidak pernah menunjukkan tabiat yang mencurigakan. Semuanya terpadu dan melebur menjadi satu dalam diri Ilman yang Sani kenal, yang membuatnya dengan mantap dan tanpa ragu menerima mengiyakan ajakan lelaki misterius itu.
About Me
Arsip
Kategori
- AngingMammiri (2)
- Anti Virus (1)
- Award (3)
- Blog (12)
- Buku (10)
- Cerpen (3)
- Cinta (56)
- Cuap-cuapku (43)
- English (7)
- Facebook (5)
- Film (4)
- Islami (1)
- Kampus (1)
- Kata-kata Bijak (9)
- Kesehatan (15)
- Kisah (1)
- Kompetisi (4)
- Lagu (1)
- Lucu (31)
- Musik (1)
- Pantun (8)
- Pendidikan (1)
- Puisi (1)
- Renungan (32)
- Semacam Opini (8)
- SMS (18)
- Tahukah Anda (76)
- Tips (25)
- Video (2)













